Secara proses memang hari itu aku terkendala dengan kendaraan. Sepeda motor Pak Wito pas dipakai berobat rutin ke Rumah Sakit, sementara rencana Vixion milik Alim akan dipakai kerja. Sebuah pergulatan batin yang cukup menyedot energiku bagaimana aku harus menata semuanya sehingga sukses melayani Iza.
Alhamdulillah, gagasan muncul sambil perjalanan pulang dari bpp setelah absen pagi. Sampai rumah segera aku antar Iza pakai vixion, karena Alim baru akan berangkat sekitar jam 9 pagi. Karenanya Iza aku dampingi ketika ambil nomor antrian sampai mengarahkan ke dekat layanan antrian.
Kondisi memang memaksa seperti itu. Aku harus memaksa diri untuk membiarkan Iza jalan sendiri mengikuti proses. Dan alhamdulillah tenyata juga bisa berjalan dan malah menjadi pelajaran berharga buatnya. Meskipun dengan agak ragu, tapi harus belajar memecahkan tantangan yang dihadapi. Dengan demikian bukan hanya mengetahui proses yang ia dapatkan, tapi manfaat psikologis dari tantangan yang dilaluinya.
Usai mengantarkan Iza ke dekat loket layanan.
Selanjtnya aku harus segera pulang karena vixion akan segera dipakai. Sampai rumah dengan masih berfikir untuk menjemput iza nantinya, aku cari kesibukan dengan menulis di laptop. Beberapa saat kemudian aku ambil air wudlu dan sholat 2 rakaat yang sengaja aku niatkan untuk mohon pertolongan Alloh agar permasalahan sekecil itupun dapat terpecahkan dengan baik.
Jam 9.30 Alim berangkat ke Tulungagung, namun tidak jadi bawa sepeda motor sendiri. Alim berangkat bersama Adib dengan memakai sepeda motor Adib. Alhamdulillah akhirnya sepeda bisa aku gunakan menyusul Iza ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit, ternyata proses GCU hampir selesai. Saat itu tinggal ke Poli Mata. Alhamdulillah. Akhirnya Iza bisa melakukan secara mandiri. Dan hal itu tentu menjadi pengalaman batin yang cukup berharga.
Sambil menunggu hasil, terutama dari radiologi dan laboratorium, aku ajak Iza untuk cari makanan agar tenaga kembali pulih setelah sejak malam puasa untuk persiapan GCU. Tidak begitu cari yang istimewa, yang penting bisa mengganjal perut. Ia hanya minta bubur ayam yang ada di depan rumah sakit. Ya....mungkin punya perasaan kalau saat itu memang aku hanya memiliki uang saku yang sangat mepet.
General Check Up sudah selesai. Alhamdulillah kamipun bisa tambah lega karena langkah untuk.mencari persyaratan yang paling rumit telah kami selesaikan.
Sore hari, setelah beristirahat aku lihat dan pelajari hasil GCU. Lebih khusus adalah hasil foto rongen. Ya...., itu aku dahulukan karena sejak bertahun tahun Iza terkena gangguan pada paru-paru. Dan alhamdulillah hasil foto rongen menunjukkan bahwa paru-paru Iza telah normal. "Ya Alloh..... Engkau lah yang telah memberi obat. Kami hanya mampu berusaha."
General Check Up, karena itu bukan hanya sebuah persyaratan untuk berangkat ke Kairo. Hasil GCU semakin meyakinkanku bahwa Iza insya Alloh akan sehat di sana. Namun aku juga tidak boleh menyombongkan diri. Aku harus terus menerus secara istiqomah berdoa yang salah satunya agar Alloh melimpahkan kesehatan pada Iza. Aku sadar bahwa sehat merupakan salah satu faktor penting agar Iza dapat beribadah dengan lebih baik, kuliah lebih baik, dan berkarya untuk masa depannya juga lebih fokus.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar